Kebun Binatang Bandung | Tempat Rekreasi Fauna Indonesia

kebun binatang bandung

Nusantara memiliki banyak legenda dan misteri yang menarik untuk di simak, seperti legenda Bandung bondowoso yang mengutuk roro jonggrang menjadi arca pelengkap candi, laut selatan yang konon memiliki penguasa mistis yakni Nyi Roro Kidul, hingga Tangkuban parahu di Bandung yang konon katanya merupakan perahu yang di tendang dan berada dalam posisi nangkub atau dalam bahasa indonesianya berarti telungkup oleh sangkuriang saat gagal mempersunting dayang sumbi dan lain sebagainya.

Pesona kota Bandung, seakan tak pernah ada habisnya. Kota yang pernah mendapat predikat sebagai salah satu yang paling aman oleh Time magazine ini juga pernah menghebohkan dunia, berkat penemuan situs manusia purbakala di goa pawon. Di luar mitos dan legenda nusantara, ibu kota jawa barat ini merupakan salah satu kota yang kerap kali menjadi destinasi favorit bagi para pelancong.

Dengan letak geografis yang terletak di dataran tinggi pegunungan, tentunya udara sejuk menjadi nilai plus mengapa wisatawan betah berlama – lama di kota ini. Terutama di hari sabtu, minggu dan hari – hari libur, kota yang memiliki sejuta pesona dengan suasana dan juga varian tempat rekreasi bagi para traveller ini, sangat cocok bagi anda yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kegiatan sehari – hari. Baik itu dengan menikmati alam ataupun sekedar foto – foto di tempat ikonik nya. Mulai dari taman bermain yang memiliki fasilitas lengkap, mall megah dan tempat berbelanja lain seperti jalan cihampelas dan cibaduyut, wisata alam yang memiliki pemandangan gunung dan kebon teh yang pastinya fotogenik di daerah dago, hingga tempat rekreasi keluarga seperti kebun binatang yang tak kalah dengan daerah daerah lain di Indonesia.

Berbicara mengenai kebun binatang sendiri, apabila di kelola dengan pengawasan dan pemberian pangan yang baik tentunya dapat menjadi salah satu fungsi alternatif untuk mencegah kepunahan satwa seperti orang utan kalimantan, beruang madu, harimau sumatera, singa, jerapah, vultur atau yang lebih di kenal dengan burung bangkai, bahkan ular dan panda yang semua habitatnya rusak akibat keserakahan manusia, dan dijadikan tempat perkembang biakan flora dan fauna langka.

Di Negara kita sendiri khususnya kali ini di pulau jawa, sebenarnya cukup banyak zoo atau kebun binatang yang dapat anda jadikan tempat rekreasi bersama keluarga guna menambah wawasan si kecil mengenai zoologi, contohnya yakni ragunan di jakarta, taman safari yang berlokasi di puncak bogor, kebun binatang bandung, gembira loka di jogja, Taman satwa solo, Taman rekreasi marga satwa serulingmas atau biasa di singkat TRMS banjarnegara yang berjarak kurang lebih 1 jam dari wonosobo, bahkan waduk gajah mungkur yang berada di wonogiri turut mengadakan kebun binatang mini. Tak cukup sampai disitu, hutan halong yang memiliki luas lahan sebesar 7 hektar pun di wacana kan akan menjadi kebun binatang bagi warga ambon.

Kebun binatang yang berada di kawasan lebak siliwangi ini memiliki latar belakang yang penuh sejarah, kawasan yang berada dekat dengan alur sungai Cikapundung dan juga TH te Bandoeng yang menjadi tempat belajar sang proklamator yakni bapak Ir. Soekarno atau yang lebih di kenal sekarang dengan nama ITB. Berdasarkan data sejarah yang menjadi deskripsi dalam website Wikipedia, asal usul pelopor pendirian derenten atau dalam bahasa sunda sendiri dierentuin yang berarti kebun binatang ini adalah W. H. Hoogland, yang merupakan Direktur Bank Dennis bersama BZP atau Bandung Zoological Park atas rancangan Dr. W. Treffers yang merupakan cikal bakal penyatuan kebun binatang Cimindi dan juga Dago atas. Kebun binatang ini di sah kan oleh Gubjen Hindia Belanda pada tempo dulu, sekaligus sebagai peringatan jubileum atau ulang tahun dari Ratu wilhelmina dan di namakan jubileum park.

Ditempat ini pula, dulunya terdapat prasasti jubileum park yang saat itu dibangun pada area segitiga sudut selatan taman yang merupakan area belakang tempat pembibitan bagi tanaman hias. Namun sayangnya, kurangnya perhatian jepang yang waktu itu menguasai Indonesia membuat kondisi objek wisata ini kurang di kelola dan kurang terurus dengan baik. Setelah tahun 1950an, prasasti ini tidak di ketahui lagi keberadaannya alias hilang begitu saja. Pada tahun 1956 Bandung Zoological Park yang merupakan pendiri Kebun Binatang Bandung, akhirnya di bubarkan dengan inisiatif Rd. Ema Bratakusumah dan di ganti dengan Yayasan Margasatwa tamansari.

Kebun binatang ini juga pernah beberapa kali mendapat berita tengah terkena masalah, daftar informasi yang beredar seperti saat tersebarnya poto dan video penyiksaan orang utan di google & youtube.com pada desember 2011, naasnya nasib gajah yani yang saat kematiannya, kebun binatang ini harus ditutup dan baru dibuka 3 jam setelahnya untuk melakukan observasi oleh tim dokter dengan menggunakan metode nekropsi, tercatat beberapa masalah seperti radang di bagian paru dan hati serta terdapat bintil pada limpa.

Hingga yang terakhir pada awal tahun 2018, kebun binatang ini juga sempat tersandung kasus dengan temuan video di youtube dari scorpion wild life trade monitoring yang menyatakan bahwa beruang madu di kebun binatang bandung nampak kurus, hewan berbulu hitam ini juga memiliki habitat yang jelek dan kotor, dan kerap meminta makanan pada pengunjung yang ada di dekat kandangnya, bahkan hingga memakan kotorannya sendiri. Alhasil, gunung gea yang merupakan direktur dari scorpion pun mengajukan laporan serta berunjuk rasa di hadapan gedung walikota bandung.

Akhirnya sejumlah pihak angkat bicara mengenai kasus ini, hal ini dibantah oleh Sudaryo selaku humas kebun binatang dan juga tony yang merupakan Sekjen PKBSI pun, menurutnya perilaku beruang tersebut wajar karena kardit, nama panggilan bagi beruang yang menjadi viral tersebut telah berusia diatas 23 tahun. Hal ini juga diperjelas dengan keadaan gigi kardit yang telah keropos bahkan beberapa telah terlepas.

Tetapi pendapat lain dari G. Frederiksson yang merupakan pakar spesies beruang madu menyatakan, kondisi memakan kotoran sendiri merupakan indikator dari kejenuhan. Karena sejatinya, di alam liar beruang madu yang biasanya tinggal di lokasi vulkan atau pegunungan merupakan binatang yang sangat aktif. Terbiasa memanjat, menggali dan mendapatkan makanan yang kaya protein seperti telur semut dan serangga lainnya di luar buah-buahan. Beruang jenis ini juga terbiasa berada dibawah lindungan pepohonan dan aktif berkomunikasi dengan kelompoknya menggunakan short vowel atau berupa geraman, dengkuran dan lain sebagainya serta berada di area yang kontak langsung dengan tanah atau lahan rerumputan & bukan alas semen seperti yang didapati pada kebanyakan kandang.

Walikota Bandung yakni ridwan kamil sendiri, sempat memberikan keterangan tentang kekecewaannya yang tak kunjung usai terhadap pihak pengelola, dengan masalah awal mengenai gajah yani yang belum lama redam, lagi – lagi kebun binatang bandung di sorot dunia akibat wujud beruang madu yang tampak kurus dan memakan kotorannya sendiri. Dirinya pun berujar sempat melakukan komunikasi dengan memberi penawaran untuk mengadakan pemindahan pengelola pada pihak ketiga atau pindah ke lokasi lain yang lebih baik. Hal ini di upayakan agar kualitas pelayanan, fasilitas, serta vektor kesehatan koleksi binatang juga menjadi lebih baik.

Namun tentunya hal ini bertabrakan dengan status kepemilikan, karena kebun binatang bandung sendiri merupakan milik swasta sehingga pemerintah kota bandung tidak memiliki kewenangan untuk campur tangan lebih jauh. Pihak PKBSI sendiri kedepannya merekomendasikan pihak pemilik maupun pengelola untuk, memperbaiki segala kekurangan baik dari segi operasional maupun manajerial secara global guna meningkatkan kesejahteraan satwa.

Di kebun binatang ini, selain dapat menambah edukasi tentang jenis – jenis hewan kita juga dapat mengajak anak – anak turut serta dalam memberi pakan hewan. Tentunya dengan menggunakan wortel ataupun panganan lain yang memang di perbolehkan oleh pihak kebun binatang ya!. Fasilitas yang tersedia seperti tempat wudhu bagi anda yang hendak sholat di masjid, shelter, toilet & beragam wahana tergolong cukup lengkap & bersih. Di area kebun dan café nya sendiri, kebun binatang bandung juga menyelipkan panggung teater besar yang dapat di fungsikan sebagai pagelaran seni budaya. Tentunya hal ini di maksudkan, agar anak – anak dan generasi penerus dapat mengetahui dan kembali melestarikan budaya daerah.