Wisata Alam Taman Nasional Tanjung Puting

taman nasional tanjung puting

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu tempat wisata alam yang teletak di semenanjung Kalimantan Tengah sekaligus tempat konservasi satwa orangutan terbesar di dunia. Jumlah orangutan di taman nasional tanjung puting ini diperkirakan antara 30.000 hingga 40.000 spesies.

Taman Nasional Tanjung Puting juga merupakan cagar biosfer yang ditunjuk pada tahun 1977 dengan luas area seluas 415.040 ha dan dikelola langsung oleh salah satu Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan.

Berbeda dengan Konservasi orangutan yang terdapat di bagian Kalimantan lainnya kita melihat Orangutan di habitat buatan manusia. tidak di TN Tanjung Puting ini kita dapat melihat langsung habitat alami Orangutan secara langsung dan melihat langsung hidup mereka di alam liar.

Taman Nasional Tanjung Puting dan Ekosistemnya

Taman nasional Tanjung Puting berukuran seluas Pulau Bali dan memiliki beberapa tipe ekosistem seperti: hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan sekunder.

Letak taman nasional ini berada di ketinggian 0-100 mdpl dan merupakan rumah bagi satwa endemik dan dilindungi seperti: orang utan, bekantan, lutung merah, beruang, kancil, dan kucing hutan.

Terdapat juga 200 jenis burung, 38 jenis mamalia, hewan liar lainnya dan sejumlah flora yang mendiami taman nasional ini. Taman Nasional Tanjung Puting ini merupakan pusat rehabilitasi orang utan pertama di Indonesia.

Terdapat beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi di Taman Nasional Tanjung Puting ini, diantaranya :

Tanjung Harapan: berada di hutan sekunder dan hutan rawa, meruapakan stasiun pertama dalam proses rehabilitasi orang utan yang dilengkapi dengan pusat informasi, wisma tamu dan jalan trail.

Pondok Tanggui: tempat di mana orang utan diobservasi secara tertutup dan terhindar dari kontak dengan manusia

Camp Lakey: berada di hutan primer dan merupakan tempat bagi orang utan dari yang setengah liar sampai liar, dari yang baru dilahirkan sampai usia tiga tahun.

Natai Lengkuas: merupakan stasiun penelitian bekantan dan pengamatan satwa lainnya melalui sungai.

Sungai Buluh dan Danau Burung: merupakan tempat pengamatan bagi burung terutama burung migran.

Waktu dan Cara Terbaik Berkunjung Ke TN Tanjung Puting

sebagian besar pengunjung Taman Nasional Tanjung Puting ini adalah wisatawan asing, karena banyaknya wisatawan asing yang datang kesini membuat masyarakat Pangkalan Bun dan Taman Nasional lebih meningkatkan pelayanan mereka.

Salah satu contohnya adalah pada saat kita menaiki Klotok tidak kalah dengan pelayanan hotel berbintang, guide dan kapten kapal yang ramah.

Masakannya pun juga sangat enak jika kita membandingkan dengan standar kota besar. Mungkin karena mereka telah terbiasa melayani Wisatawan asing sehingga standar kualitas pelayanannya pun tetap bagus.

Begitupun jika sudah malam, kita dapat tidur diatas kapal klotok dengan ditemani dengan kelambu.

High season di TN Tanjung Puting menyebabkan penuhnya bookingan Kapal Klotok ini, pada bulan Juli sampai dengan Agustus adalah masa high season karena berbarengan dengan banyaknya libur dan musim liburan sekolah. Jika anda ingin mengunjungi TN Tanjung Puting hindari bulan-buan tersebut.

Selain itu bawalah lotion anti nyamuk. Di sepanjang sungai Sekonyer kita dapat melihat monyet- monyet yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lainnya.

Hutan ini merupakan rumah bagi delapan jenis primata. Termasuk monyet yang memiliki hidung panjang (bekantan). Dengan hidungnya yang panjang masyarakat sekitar menyebutnya dengan monyet Belanda karena hidungnya yang mancung.

Pada saat menyusuri sungai Sekonyer menuju tempat objek wisata di TN Tanjung Puting ini berhati-hatilah dengan buaya, mereka sulit untuk dilihat tapi mereka ada disekitar sungai.

Memang melihat aliran sungai ingin rasanya kita untuk berenang dan menikmati alam Taman Nasional ini.

Rute Menuju Taman Nasional Tanjung Puting

Dari Pangkalan Bun kamu bisa menuju ke Kumai yang berjarak sekitar 8 km dengan kendaraan umum yang memakan waktu sekitar 15 menit.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Taman Nasional Tanjung Puting menggunakan kapal tradisional yang disebut klotok dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jika menggunakan speed boat hanya memakan waktu sekitar 1 jam.