Tempat Wisata Museum Tekstil Jakarta Barat

museum tekstil

Ingin berlibur di tempat yang menyenangkan sekaligus mendidik? Kalau begitu kalian bisa mengunjungi museum tekstil yang daerah Palmerah, Jakarta Barat.

Museum tekstil didirikan pada tahun 1976 untuk menghormati ibu negara, Ibu Tien Soeharto, dan diresmikan pada tanggal 28 Juni 1976.

Berdasarkan informasi yang kami terima adalah kita bisa datang ke Museum Tekstil Jakarta setiap hari kecuali hari Senin. Jam buka Museum Tekstil Jakarta adalah pada jam 9 pagi hingga jam 3 sore hari.

Harga Tiket Museum Tekstil

Tiket masuk Museum Tekstil Jakarta untuk perorangan

  • Dewasa Rp 5.000 (lima ribu rupiah) per orang
  • Pelajar dan mahasiswa Rp 3.000 (tiga ribu rupiah) per orang
  • Anak-anak Rp 2.000 (dua ribu rupiah) per orang

Tiket masuk Museum Tekstil Jakarta untuk rombongan

  • Dewasa Rp 3.750 (Tiga ribu tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) per orang
  • Pelajar dan mahasiswa Rp 2.250 (dua ribu dua ratus lima puluh rupiah) per orang
  • Anak-anak Rp 1.500 (seribu lima ratus rupiah) per orang

Koleksi Museum Tekstil

Begitu masuk ke dalam gedung utama menuju ruang pamer dari Museum Tekstil ini, kita akan melihat berbagai koleksi baju-baju karya desainer ternama. Di museum ini juga kita dapat menemukan baju dari kulit kayu. Display baju-baju ini disajikan secara terbuka dalam ruangan, sehingga kita bisa mengamatinya secara langsung.

koleksi

Di Museum Tekstil Jakarta ini ada sekitar 2.350 koleksi yang terdiri dari 886 koleksi kain batik, 819 koleksi kain tenun, 425 koleksi campuran, 150 koleksi busana dan tekstil kontemporer. Di sini juga ada koleksi peralatan yang berjumlah 70 koleksi. Koleksi kain diantaranya adalah sarung batik Madura dan Lasem, Kain panjang dengan motif Parang Barang dari Yogyakarta.

Ada juga selendang dari brbagai darah seperti misalnya selendang jumputan dari Yogyakarta. Selendang Batik dari Jambi juga bisa kita jumpai di Museum Tekstil Jakarta ini. Ulos Sibalang yang berasal dari Samosir Sumatera Utara juga ada.

Selain kain-kain yang sudah terkenal seperti batik ulos dan jumputan, di Museum Tekstil Jakarta ini kita juga bisa menyaksikan kain-kain yang masih langka seperti misalnya Bendera Kraton Cirebon, kain songket janda pengantin dari Palembang, Pelepai atau kain kapal dari Lampung dll.

Setelah selesai berkeliling ruang display, maka kita bisa bermain ke bagian belakang museum. Di sini kita bisa melihat taman pewarna alam yang berisi tanaman yang sering digunakan untuk bahan pewarna benang. Di taman pewarna alam ini kita bisa mlihat pohon lobi-lobi dll.

Di sebelah taman pewarna alam ada ruangan pengenalan wastra. Di ruangan ini kita akan mengenal lebih banyak tentang kain tenun dan alat-alat tenun. Di ruangan ini kita juga bisa lho belajar mengoperasikan alat tenun. Tentu saja dengan bimbingan dari pihak Museum Tekstil JAkarta.

JIka ingin belajar membatik, kita bisa datang ke Pendopo Batik yang berada di bagian belakang kompleks Museum Tekstil Jakarta ini. Di sana ada sebuah bangunan joglo dengan patung canting besar di bagian depannya. Selain batik, di sini juga ada kursus tentang pewarna alami juga teknik pewarnaan dengan ikat celup, dan ini mejadi salah satu ikon wonderful Indonesia

Sebagian besar bangunan dari Museum Tekstil Jakarta ini masih merupakan bangunan lama yang terawat. Museum Tesktil JAkarta ini dibangun pada awal abad ke-19. Beberapa kali gedung Museum Tekstil ini mengalami pergantian kepemilikan hingga akhirnya gedung yang bergaya Art Craft ini diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tanggal 28 Juni 1976.

Liburan Ke Museum Tekstil Jakarta kita akan melihat hasil koleksi pembuatan kain tekstil yang beragam bentuk corak dan warna hasil produksi Indonesia. Dengan beragam bentuk dan sejarah yang terurai secara unik. Dan ini semua dapat kita nikmati pada saat mengsisi liburan di Kota Jakarta. Yuk Liburan ke Jakarta.