Rumah Radakng | Replika Rumah Adat Suku Dayak

rumah radakng

Rumah Radakng merupakan rumah adat dari suku Dayak yang sudah menjadi icon dari provinsi Kalimantan Barat. Rumah radakng memiliki ciri khas memiliki tiang fondasi yang tinggi sehingga kolong dari rumah ini sangatlah tinggi, serta memiliki panjang yang tidak biasa. Karena itu dalam rumah radakng ini dapat menampung sekitar 100 orang.

Seiring berjalannya waktu, rumah adat ini sudah mulai punah dari perkampungan Dayak. Karena itu pemerintah Kalimantan Barat berusaha untuk melestarikan kebudayaan ini dengan membangun replika dari rumah adat suku Dayak ini.

Replika rumah adat dayak ini dibangun di kota Pontianak tepatnya di jalan Sultan Syahrir. Bangunan ini diberi beberapa modifikasi dari bangunan aslinya seperti beberapa sentuhan modern dengan struktrur bangunan yang terbuat dari beton, arsitektur pahatan di dinding, dan atap yang lebih modern.

Rumah radank pun sangat menarik perhatian siapapun yang melihatnya, karena desain dan arsitekturnya yang sangat unik dan megah. Rumah adat ini berangsur-angsur menjadi tempat favorit bagi pelancong dan warga untuk sekedar menikmati dan berfoto dengan keindahan dan kemegahan bangunan ini.

Alamat Rumah Adat Kalimantan Barat, Radakng Pontianak

Bangunan Replika Rumah radankng ini tepatnya berada di jalan Sultan Syahrir Abdurahman, Kecamatan Pontianak Selatan atau biasa disebut dengan daerah Kota Baru. Letaknya berada di tengah kota yang mana berjejer bangunan-bangunan perkantoran dinas pemerintahan. Rumah radankng berada di komplek rumah-rumah adat dan bersebelahan dengan rumah adat Melayu Pontianak.

Jika kalian pergi ke Kalimantan Barat, pastikan untuk berkunjung dan melihat secara langsung rumah adat Kalimantan Barat ini. Disamping berwisata kalian juga kan mempelajari bahwa Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan, salah satunya kebudayaan yang sangat mahal nilainya. Sekian, semoga bermanfaat.

Sejarah Rumah Adat Kalimantan Barat

Punahnya rumah adat ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satu penyebabnya terjadi pada sekitaran tahun 1960 –an. Pada masa ini komunisme menjadi isu yang sangat panas. Setelah kejadian G30 S PKI, komunisme sangat diperangi pemerintah. Berbagai macam hal yang berbau komunisme di berangus oleh pemerintah.

Rumah radankng juga terkena dampak dari ketetapan pemerintah ini. Gaya hidup penghuninya yang komunal dikait-kaitkan dengan gaya hidup komunis. Kekhawatiran pemerintah pun akhirnya berdampak pada penutupan rumah rumah adat radankng di daerah.

Oleh sebab itu, sangatlah sulit untuk menemukan rumah radankng di daerah aslinya. Hanya tersisa beberapa rumah yang masih dihuni dan bertahan sampai sekarang. Salah satunya berada di Dusun Saham, Kabupaten Landak. Rumah ini sudah dihuni sejak 140 tahun yang lalu dengan jumlah penghuni sekitar 200 jiwa. Jika kalian ingin merasakan keeksotisan dari rumah radankng yang asli, tempat ini terbuka untuk para pengunjung.

Sejarah Rumah Adat Kalimantan Barat, Radakng Pontianak

Rumah adat dayak terbesar di Kalimantan ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs Corneis, MH pada tahun 2013 di acara Gawai Dayak ke XXVIII. Gawai dayak adalah acara upacara tahunan adat dayak di Kalimantan Barat.

Melihat urgensi pelestarian dan pengembangan budaya, dibangunlah bangunan adat dengan panjang 138 meter dan tinggi 7 meter ini. Selain itu, Rumah Radakng juga menjadi pusat bagi penyaluran aspirasi seni dan budaya kreatif. Disamping upacara adat, bangunan ini juga sering dijadikan sebagi venue untuk berbagai acara, mulai dari expo, konser, eksebisi, dan banyak acara besar lainnya.

Dengan ukuran yang sangat luas, rumah adat ini dapat menampung penghuni hingga 600 orang. Selain itu bangunan ini juga dilengkapi dengan halaman tanah dan paving dengan ukuran yang sangat luas. Tempat ini sangat cocok untuk menampung event-event dengan pengunjung yang ramai.

Hal – Hal Menarik Seputar Rumah Adat Kalimantan Barat

Rumah Adat terbesar di Indonesia

Rumah Radakng di Pontianak mendapatkan gelar dari Museum Rekor Indonesia sebagai rumah adat terbesar di Indonesia. Dengan ukuran panjang bangunan sebesar 138 meter dan lebar 5 meter. Bangunan ini dapat menampung lebih dari 600 orang. Bangunan ini memiliki halaman yang sangat luas yang biasa digunakan untuk upacara adat atau pun acara lainnya.

Ikon kota Pontianak dan Kalimantan Barat

Bangunan adat ini baru 3 tahun didirikan di Pontianak. Namun karena daya tariknya yang luar biasa, bangunan unik ini dijadikan sebagai ikon kota Pontianak. Rumah radankg mampu mereprsentasikan nilai-nilai budaya lokal. Wilayah Kalimantan sangat tepat bila direpresentasikan dengan keeksotisan dari bangunan adat ini. Bagaimana alam, kehidupan sosial, kesederhanaan serta moderinasi menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi masyarakat.

Tempat ekostis untuk befoto

Keunikan, keindahan, dan kemegahan arsitektur rumah adat Kalimantan barat ini tidak diragukan lagi. Siapapun yang melintas di jalan Sultan Syahrir Pontianak pasti akan terpaku dan terpana melihat keeksotisan bangunan ini. Rumah radankng kerap dijadikan sebagi tempat berburu foto bagi para penghobi kamera. Selain itu, banyak juga pasangan yang mengabadikan momen pernikahan mereka di gedung yang megah ini. Jika kalian berunjung ke Pontianak, pastikan untuk berfoto di sini.