Kete Kesu – Mengenal Kebudayaan Suku Toraja

kete kesu

Kete Kesu merupakan salah satu tempat wisata di Sulawesi yang merupakan salah satu desa ada di Toraja. Anda tidak akan dikenakan biaya yang besar untuk masuk kesini. Tahun 2017 lalu, setiap pengunjung yang mendatangi tempat wisata Kete Kesu, hanya dikenakan sebesar Rp 10.000 rupiah per orang. Tahun ini bisa jadi berubah ya.

Hal pertama yang akan anda lihat di tempat wisata Kete Kesu adalah bangunan-bangunan tongkonan, yaitu rumah adat asli Toraja yang memiliki bentuk atap menyerupai perahu. Tongkonan ini asli dan dibangun sejak jaman leluhur orang Toraja. Namun hati-hati untuk anda para traveler, karena norma kesopanan merupakan hal yang mutlak ditempat ini. Ketidaksopanan merupakan bentuk penghinaan untuk masyarakat Toraja.

Berikut ini tujuh fakta seputar Kete Kesu yang wajib kamu pahami sebelum memutuskan untuk pelesir ke sana.

Kete Kesu menyimpan sejarah keberadaan masyarakat Tana Toraja

Berada di desa Bonaran, sekitar lima kilometer dari pusat kota Rantepao, akses menuju desa ini cukup butuh perjuangan dengan jalan beraspal yang gak begitu luas. Sepanjang jalan menuju kawasan adat, kamu bakal disuguhkan pemandangan asri persawahan dan alang-alang.

Di desa ini diyakini menjadi salah satu tempat saksi sejarah awal mula keberadaan masyarakat Tana Toraja. Kete Kesu telah dihuni para leluhur yang terbukti dengan keberadaan pahatan, serta peninggalan jejak kearifan lokal sebagai bukti adanya peradaban ratusan tahun silam.

Tidak sekedar lokasi wisata, Kete Kesu makam para bangsawan

Pahatan dinding batu Kete Kesu begitu penuh makna. Jika kamu memerhatikan dindingnya, terdapat beberapa makam khusus yang diletakkan di posisi paling tinggi. Itu merupakan makam para bangsawan Tana Toraja. Foto beberapa tetua dan cendekiawan juga dapat dilihat di sepanjang jalan menuju makam goa.

Menyimpan peninggalan bersejarah

Kete Kesu menghadirkan sisa-sisa peninggalan bersejarah yang berumur ratusan tahun, mulai dari rumah adat (Tongkonan), ukiran dinding, artefak hingga makam orang-orang penting di masa lalu. Terdapat 6 Tongkonan dengan 12 lumbung padi yang berusia 300 tahun, makam goa, dan makam tebing berusia 500 tahun. Salah satu pemakaman tertua di dunia ada di lokasi wisata ini, lho.

Lokasi sakral berlangsung upacara adat

Memasuki lokasi Kete Kesu, kamu akan menjumpai beberapa makam di bukit dan tulang belulang di beberapa lokasi tertentu. Di hari khusus antara bulan Juni dan Desember, masyarakat Toraja akan berkumpul Kete Kesu untuk melaksanakan upacara adat penghargaan kepada leluhur dan pemakaman Rambu Solo.

Masuk daftar cagar budaya UNESCO

Sebagai orang Indonesia, kita harus bangga bahwa dunia melalui UNESCO mengakui keberadaan Kete Kesu sebagai cagar budaya warisan dunia. Gak cuma orang Toraja atau Indonesia, penobatan UNESCO ini juga berarti masyarakat dunia memiliki peran dan tanggung jawab bersama menjaga warisan yang ada di Kete Kesu.

Turis yang datang harus menjaga sopan santun layaknya berziarah ke makam leluhur

Dibuka sebagai lokasi wisata, bukan berarti kamu bisa bersenang-senang, layaknya di pantai saat berada di Kete Kesu. Memang gak ada aturan tertulis sih, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya dan merasa sedang berada di taman bermain.

Namun, kamu tetap harus menjaga sikap kalau ke lokasi ini. Apa pun itu, Kete Kesu sangat berarti bagi masyarakat Toraja. Lokasi ini adalah pemakaman para leluhur mereka. Jadi, sebaiknya kamu berpose sewajarnya ya. Kamu gak ingin liburan bahagiamu di Kete Kesu berakhir dengan kemalangan, kan?

Hukuman adat bagi mereka yang melanggar aturan

Kalau kamu masih nekad untuk melakukan hal “gila” di Kete’ Kesu, bersiaplah kena masalah besar. Gak cuma berurusan dengan polisi, kamu langsung memperoleh peringatan adat dari tokoh masyarakat. Hukum adat bervariasi, tergantung pelanggarannya. Mulai dari denda berupa persembahan hewan sembelih, hingga pelayanan adat dan penahanan.