Keindahan Alam di Taman Nasional Lorentz

taman nasional lorentz

Tak ayal, tanah Papua masih menyimpan sejuta misteri keindahan alam yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Hanya beberapa tempat saja yang hits dan menjadi trending di media sosial. Raja Ampat misalnya.

Gugusan kepulauan yang terdiri dari Pulau Batanta, Salawati, Waigeo dan Misool ini telah menjadi destinasi wisata berkelas. Disinilah segitga terumbu karang dunia berada. Menjadi area konservasi terumbu karang terbesar kedua di dunia.

Namun tahukah anda? Tanah Papua juga memiliki Taman Nasional terbesar se-Asia Tenggara. Namanya Taman Nasional Lorentz di Provinsi Papua, terletak di sebelah barat daya Pulau Papua. Seperti yang terlihat dalam peta Provinsi Papua.

Jika anda mengaku sebagai petualang sejati, maka anda akan memasukkan Taman Nasional Lorentz sebagai salah satu tujuan penjelajahanmu. Disana anda akan menemukan arti alam liar sebenarnya.

Keindahan dan keistimewaan Taman Nasional Lorentz bisa dibilang tiada duanya di dunia. Gunung-gunung, lembah, danau, hutan yang masih belum terjamah. Semuanya ada di tempat ini. Belum lagi kekayaan flora dan fauna.

Taman Nasional yang diresmikan pemerintah pada 1997 ini memiliki luas sebesar 2,5 juta hektar. Ukurannya cukup besar, hal ini menjadikannya sebagai Taman Nasional terbesar se-Asia Tenggara.

Bahkan lembaga warisan dunia UNESCO telah menobatkan Taman Nasional Lorentz sebagai salah satu Situs Warisan Dunia pada tahun 1999.

Sehingga melengkapi koleksi daftar Situs Warisan Dunia di Indonesia kategori Keajaiban Arsitektur dan Alam. Dimana 5 yang lain diantaranya Candi Borobudur, Candi Prambanan, TN Ujung Kulon, TN Komodo dan Situs Sangiran.

Nama Lorentz sendiri diambil dari nama seorang penjelajah bernama Hendrikus Albertus Lorentz, yang berperan dalam sejarah penjelajahan wilayah ini. Dia melakukan perjalanannya pada tahun 1909, dan merupakan ekspedisi ke 10.

Logo Taman Nasional Lorentz adalah sebuah perisai terbalik dengan warna pinggiran perisai kuning. Dalam perisai tergambar pegunungan Jayawijaya, aliran sungai dan hamparan hijau yang melambangkan hutan.

Sebelah kiri tergambar seekor Walabi sedang berdiri. Logo ini memiliki pengertian bahwa kawasan ini dilindungi dengan berbagai topografi alam dan binatang endemik didalamnya.

Kondisi Geografis dan Alam

Disana anda akan menemukan berbagai tipologi alam yang berbeda. Taman Nasional Lorentz mencakup deretan pegunungan tinggi dengan Puncak Jaya dan Puncak Carstenz sebagai puncak gunung tertinggi.

Juga ada lembah-lembah seperti Lembah Baliem, dan sungai-sungai. Tak ketinggalan danau-danau dan berbagai jenis hutan seperti hutan hujan tropis, hutan mangrove, hutan pegunungan alpin dan masih banyak lagi.

Wilayahnya mencakup 6 kabupaten di Provinsi Papua. Kabupaten Jaya Wijaya, Puncak Jaya, dan Yahukimo di utara yang didominasi lansekap pegunungan tengah.

Kemudian Kabupaten Paniai dan Mimika di barat, disinilah lokasi penambangan Grassberg PT. Freeport. Dan terakhir adalah Kabupaten Asmat di sebelah timur. Tempat dimana Suku Asmat yang terkenal tinggal.

Budaya Suku Lokal

Lembah Baliem yang terletak diantara dua jajaran pegunungan yaitu pegunungan Jayawijaya di timur dan pegunungan Sudirman di barat tentunya tak asing di telinga.

Disini tinggal beberapa suku asli tanah Papua. Diantaranya adalah Suku Dani, Suku Lani dan Suku Yani. Disini juga lokasi diadakannya Festival Lembah Baliem.

Anehnya, festival ini dipicu oleh peperangan antar ketiga suku tersebut yang belangsung puluhan tahun silam. Tarian-tarian dan pertunjukan didalamnya pun bernuansa perang antar suku.

Festival Lembah Baliem yang sangat meriah kini menjadi destinasi wajib baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak reporter dari berbagai negara turut meliput jalannya festival yang diadakan setahun sekali.

Suku Dani juga memiliki budaya unik, yaitu pengawetan jenazah dengan cara diasap. Mumi tersebut dikenal dengan mumi hitam karena berwarna hitam legam sebagai hasil dari pengasapan.

Setelah proses mumifikasi, mumi-mumi tersebut biasanya di pajang di depan rumah kepala suku. Karena mereka memiliki kepercayaan animisme. Mumi-mumi tersebut juga menjadi objek foto yang diincar para traveler.

Juga ada tradisi potong jari. Apabila ada kerabat meninggal dunia. Beberapa anggota keluarga, biasanya perempuan, akan memotong salah satu ruas jarinya sebagai tanda duka cita mendalam.

Selain itu ada Suku Asmat yang terkenal sebagai suku kanibal dan pemburu kepala. Pada masa lalu, apabila seorang tetua adat meninggal. Mereka akan mencari musuh dari suku lain untuk dibunuh dan dimakan.

Hal ini untuk menenangkan arwah yang sudah meninggal. Karena mereka meyakini bahwa arwah tersebut masih berada di desa mereka, hingga mereka membunuh seorang musuh.

Saat ini Suku Asmat terkenal dengan ukiran kayu eksotik. Jika anda bepergian ke Agats di Kabupaten Asmat. anda akan dapati berbagai bentuk ukiran khas Suku Asmat.

Rata-rata penduduk di area Taman Nasional masih berpakaian secara primitif. Terutama yang tinggal di wilayah pedalaman.

Laki-laki mereka memakai tabung panjang dengan ujung kerucut untuk melindungi kemaluan yang disebut koteka. Sedangkan para wanitanya memakai rok terbuat dari jerami tanpa penutup tubuh bagian atas.

Keanekaragaman Hayati

Taman Nasional Lorents memiliki keanekaragaman hayati sangat lengkap. Termasuk sebagai Taman Nasional dengan jenis flora dan fauna terbanyak di kawasan Asia Pasifik.

Kebanyakan dari hewan di Taman Nasional Lorentz adalah hewan yang dilindungi. Terdapat sekitar 630 jenis burung, yang merupakan 70% dari spesies burung di tanah Papua.

Diantaranya yang terkenal adalah burung merpati jenis Crowned, burung besar Kasuari dan burung Cenderawasih ekor panjang. Beberapa spesies mamalia seperti Babi Duri, Walabi, Kuskus, Kucing Hutan dan Kanguru Pohon.

Juga jenis-jenis tanaman yang beraneka ragam. Diantaranya adalah Palem Nipah, Pandan Buah, tumbuhan Talas, tanaman Mangrove, Konifera dan masih banyak lagi lainnya. Dimana beberapa diantaranya memiliki manfaat untuk kesehatan.

Lokasi, rute dan informasi Taman Nasional Lorentz

Untuk menuju Mimika, Paniai dan Asmat bisa ditempuh melalui jalur laut. Sedangkan untuk menuju Puncak Jaya, Jayawijaya dan Yahukimo bisa ditempuh dengan jalur udara. Baik dari Jayapura, Merauke maupun Biak.

Tidak ada kejelasan berapa harga tiket masuk ke Taman Nasional Lorentz. Namun untuk mencapai puncak-puncak gunung akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Baik untuk logistik, porter maupun ijin-ijin.

Terdapat beberapa tour operator yang menyediakan jasa paket tour untuk menjelajahi Taman Nasional Lorentz. Juga untuk menuju puncak tertingginya.

Informasi lebih lengkap tentang tempat ini dapat menghubungi Balai Taman Nasional Lorentz di Jl. Raya Abepura, Kotaraja, PO BOX 1217, Jayapura, Papua Barat dengan nomor telepon 0967-581596.

Hal ini dikarenakan informasi dan deskripsi dari artikel di internet maupun wikipedia masih sangat terbatas. Namun banyak gambar dan foto untuk rujukan para traveler jika ingin menyambangi destinasi yang satu ini.