Benteng Belgica “The Indonesia Pentagon” yang Bersejarah

benteng belgica

Benteng Belgica adalah benteng yang khusus dibangun oleh Portugis dan diduduki oleh Belanda apada abad ke 17. Benteng ini terletak diatas perbukitan Tabaleku Maluku, di ketinggian 30.01 meter diatas permukaan laut. Salah satu cirikhas yang dimiliki oleh benteng Belgica ini adalah bentuknya yang persegilima menyerupai bangun Pentagon Amerika Serikat. Karena itu benteng ini kerap dijuluki dengan The Indonesia Pentagon.

Terletak di Pulau Banda Naira

Secara administratif Banda Naira adalah bagian dari Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Terdiri dari enam desa yaitu Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata. Bisa dibilang, Banda Naira adalah pusat keramaian di Kecamatan Banda. Jika kamu melihatnya di peta, maka Banda Naira terletak di bagian tenggara Kota Ambon. Untuk menginjakkan kaki di daratannya kamu bisa mengandalkan dua jenis transportasi yaitu udara dan laut. Meski bukan pulau terbesar, tapi Banda Naira adalah pulau utama.

Jadi ada sarana berupa bandara di sana. Sebagai tempat yang eksotis, pulau tersebut menyimpan banyak sekali destinasi wisata. Selain wisata alam, mempelajari sejarah dengan datang langsung ke Benteng Belgica juga nggak kalah seru. Ya, bangunan tua yang telah berumur ratusan tahun itu terletak di Banda Naira dan menjadi ikon wisata yang populer.

Dibangun Oleh Portugis

Benteng Belgica dibangun oleh bangsa Portugis setelah kedatangan mereka pada abad ke-15 di wilayah Nusantara. Benteng dibangun sekitar abad ke-16. Namun, bangunannya tidak seperti yang sekarang karena jauh setelah itu ketika VOC berkuasa, benteng didirikan kembali atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Sejak saat itulah, nama benteng dikenal sebagai Fort Belgica.

Selain Belgica, ada benteng pertahanan lain di Pulau Naira yaitu Benteng Nassau. Tujuan dibangunnya basis pertahanan itu adalah untuk menangkal perlawanan orang Banda karena menentang monopoly perdagangan yang dilakukan oleh VOC. Perbaikan terus dilakukan hingga pada 9 Agustus 1662, Benteng Belgica mampu menampung hingga puluhan serdadu.

Dibangun Kembali dan Direbut oleh Inggris

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1669, Benteng Belgica yang dianggap belum cukup kuat dirobohkan. Bahan bangunan dari reruntuhan digunakan untuk membangun kembali benteng baru. Namun, lokasinya tetap sama atas perintah dari Cornelis Speelman. Saat itu , rancangan benteng dibuat oleh Adriaan Leeuw. Biaya pembangunannya dinilai sangat besar yaitu mencapai 309.802,15 Gulden dengan lama pengerjaan hingga 19 bulan. Setelah selesai pada tahun 1672, dilakukan penyelidikan atas dugaan korupsi.

Namun upaya tersebut tidak diselesaikan atas persetujuan banyak pihak. Salah satu alasannya adalah karena bangunan benteng yang mengagumkan. Meski begitu, ketersediaan air menjadi masalah utama yang membuat Benteng Belgica tak sepenuhnya sempurna. Tahun 1795 dilakukan pemugaran lagi dalam rangka menghadapi serangan Inggris. Namun ternyata, Benteng Belgica tidak bisa dipertahankan hingga akhirnya jatuh ke tangan Inggris.

Pentagonnya Indonesia

Yang membuat benteng ini beda dan unik dari bangunan-bangunan tua lainnya adalah bentuknya mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat yaitu bergaya persegi lima. Posisinya ada di atas bukit Tabeleku di atas ketinggian 30.01 mdpl. Jadi, kamu bisa melihat pemandangan yang keren dari benteng ini. Kamu baru akan melihat bentuknya yang persegi lima jika melihatnya dari udara.

Di bagian tengah terdapat ruang terbuka dengan dua sumur. Kabarnya, di dalam sumur itu terdapat terowongan rahasia yang terhubung hingga ke pulabuhan. Sudut yang paling keren untuk melihat pemandangan adalah dari menara benteng. Apalagi saat sunset, kamu bisa mengintip matahari perlahan menghilang di ufuk barat, keren kan?